RAHASIA DI BALIK OTAK ANAK WANITA

Terdapat perbedaan struktur antara otak anak laki-laki dan wanita, sehingga sangat berperan besar pengaruhnya pada pola belajar dan kerja otak mereka masing-masing, meskipun sebetulnya perbedaan itu tidak berlaku secata mutlak pada semua kasus.

Demikian dikatakan oleh Michael Gurian dalam bukunya berjudul Boys and Girls Learn Differently!: A Guide for Teachers and Parents. Dia menjelaskan, berdasarkan pengamatannya dari positron emission tomography (PET) dan magnetic resonance imaging (MRI) yang mengurai struktur otak dengan sangat detail, otak keduanya memiliki sistem belajar yang berbeda satu sama lain.

Gurian lalu membuka tabir perbedaan tersebut berdasarkan pengamatannya. Dan, fokus pertama yang menjadi perhatiannya adalah otak anak wanita yang penuh rahasia. Beberapa rahasia di balik otak anak wanita menurutnya antara lain:

Corpus callosum atau penghubung jaringan antar bagian otak pada wanita rata-rata lebih besar hingga 25 % pada saat akil balig. Ini memungkinkan terjadikan komunikasi saling-silang dalam otak yang membuat mereka kerap berkomunikasi sendiri.

– Memiliki konektor lebih kuat dalam lobes atau salah satu bagian dari otak. Manfaat konektor ini memungkinkan seorang anak wanita menyimpan memori sensualitas lebih detil dan punya kemampuan mendengar dan membedakan nada suara dengan lebih baik. Tak heran, mereka lebih terampil dalam mengerjakan tugas-tugas tertulis.

– Memiliki hippocampus atau area penyimpan memori dalam otak yang lebih besar. Ini sangat menguntungkan bagi kemampuan belajar anak wanita, terutama untuk pelajaran bahasa.

– Selain lebih aktif, prefrontal cortex atau bagian otak lain dari seorang anak wanita juga berkembang lebih awal. Hal tersebut cenderung menjadikan anak wanita tidak impulsif.

– Anak wanita lebih mudah mengatur emosi dan bicaranya, karena mereka lebih sering menggunakan area korteks.

Berdasarkan pengamatannya dari beberapa rahasia di balik otak anak wanita itu, Gurian menyimpulkan, tentu sangat bisa dimengerti jika anak wanita lebih cakap membaca dan menulis. Hal itu bisa dibuktikan pada anak wanita sejak mereka balita dan sepanjang usianya dewasa.

Membaca dan menulis tidak akan menyulitkan seorang anak wanita. Mereka bisa duduk tenang lebih lama, mendengar dan mengenali nada suara, serta berbicara dalam hati.

Di sisi lain, dengan volume darah yang mengalir ke otak wanita lebih banyak 15 persen dari otak laki-laki, hal itu sangat mendorong otak mereka dengam mudah melalui proses-proses stimulasi, membaca dan menulis, yang melibatkan tekstur, nada suara, serta aktivitas kejiwaannya dengan baik.

 

Advertisements

RAHASIA OTAK ANAK LAKI-LAKI

Bila kita mencoba membuat perbedaan antara anak laki-laki dan wanita menurut struktur dan fungsi otaknya, itu bukan berarti kita mengklasifikasikan mereka dari sudut jender semata. Tetapi, menyadarkan tentang perbedaan alami keduanya untuk memudahkan Anda mencari formula yang tepat memberikan pelajaran dan pengajaran pada anak-anak Anda.

Terdapat beberapa rahasia di balik otak anak wanita, Michael Gurian menyimpulkan, bahwa sangat bisa dimengerti jika anak wanita lebih cakap dalam urusan membaca dan menulis. Nah, bagaimana dengan anak laki-laki?

Gurian, dalam bukunya berjudul Boys and Girls Learn Differently!: A Guide for Teachers and Parents, menuturkan bahwa perbedaan struktur otak antara anak laki-laki dan wanita sangat berperan besar memengaruhi pola belajar dan kerja otak mereka masing-masing. Namun begitu, sebetulnya perbedaan itu tidak berlaku secata mutlak pada semua kasus dan tidak ada yang buruk dari semua perbedaan itu.

Seperti halnya otak anak wanita, otak anak laki-laki pun punya misteri. Gurian bilang, karena area korteksnya lebih banyak dimanfaatkan sebagai fungsi spesial mekanis, anak laki-laki akan lebih suka menggerakkan obyek, mulai dari bola, mainan, atau bahkan tangan dan kakinya sendiri.

Otak pada anak laki-laki tidak hanya memiliki lebih sedikit serotonin, melainkan juga oxytocin atau zat pengikat. Zat inilah yang menurut Gurian menyebabkan anak laki-laki bersikap lebih impulsif, yang jelas-jelas berlawanan dengan sikap wanita, yang bisa duduk tenang curhat pada sahabatnya.

Gurian menyimpulkan, seorang anak wanita tampil lebih baik dalam tugas ganda atau multitasking dan yang bersifat bertransisi. Sebaliknya, anak laki-laki tidak, karena otak mereka dibentuk untuk melakukan pembaharuan dan reorientasi setelah sebelumnya harus melewati tahap istirahat (rest).

“Inilah perbedaan nyata yang mudah sekali terlihat. Hal itu karena aliran darah ke dalam otak anak laki-laki bukan saja lebih sedikit, tetapi juga didesain tersegmentasi,” kata dia.

Tidak heran, kata Gurian, anak laki-laki mudah sekali mengantuk. Pada anak wanita, tahap pembaharuan tidak perlu harus melewati istirahat, sehingga mereka jarang sekali mengantuk.

Gurian menambahkan, otak anak laki-laki cenderung lebih cocok mengenali simbol, bentuk-bentuk abstraksi, diagram, gambar dan obyek bergerak ketimbang kata-kata yang monoton. Bagi seorang anak laki-laki, metode ceramah akan diartikannya sebagai waktu istirahat.

Untuk itu, Gurian menyimpulkan, misteri-misteri yang ada di balik rahasia otak anak laki-laki tersebut akan menyebabkan mereka:

-lebih unggul dalam Matematika dan Fisika, terutama ketika subyek itu diajarkan secara abstrak di depan kelas

-lebih tertarik pada permainan-permainan (games) ketimbang wanita

-mudah terlibat masalah karena sifatnya yang impulsif

-mudah atau cepat bosan

-tak mampu menjadi pendengar yang baik

-tidak telaten memenuhi tugas

-kurang cocok belajar secara verbal yang selama ini kerap terjadi di kelas-kelas (sekolah) konvensional yang lebih mengedepankan pola belajar satu arah

 

 


APAKAH KECERDASAN ANAK LAKI-LAKI DI ATAS ANAK PEREMPUAN ?

Bila dilihat secara fisiologis memang terdapat perbedaan struktur otak anak laki-laki dan wanita. Selain lebih besar, otak anak laki-laki berkembang lebih cepat daripada otak anak wanita. Apakah itu berarti anak laki-laki lebih cerdas? Ternyata belum tentu.

Banyak pakar memberikan penjelasan, salah satunya dr Dwi Putro Widodo, SpA, konsultan ahli saraf anak dari RSCM, Jakarta, perbedaan struktur otak anak laki-laki dan wanita tidak berkaitan dengan kecerdasan. “Ini bukan masalah fisik otak, tetapi lebih kepada lingkungan, dalam hal ini nutrisi dan stimulasi,” katanya.

Masing – masing jenis kelamin memiliki keunggulan masing-masing. Misalnya, anak laki-laki motoriknya berkembang lebih cepat sehingga lebih gesit dan cenderung menyukai hal-hal yang bersifat teknik. “Anak wanita biasanya perkembangan pusat komunikasi di otaknya lebih bagus,” katanya.

Kinerja otak dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah produksi hormon, seperti progesteron, estrogen, dan testosteron. Berbagai hormon ini memengaruhi kinerja otak dalam menghadapi berbagai situasi.

Dalam menentukan kecerdasan anak, menurut dr Dwi Putro, yang terpenting adalah faktor lingkungan. “Faktor lingkungan sangat berpengaruh pada hasil akhirnya,” katanya. Ia menambahkan, seorang anak profesor pun, bila tidak mendapat stimulasi yang optimal, akan tumbuh menjadi anak yang biasa-biasa saja.

Bagaimana cara memaksimalkan kecerdasan anak? Orangtua wajib menyediakan nutrisi yang mendukung kesehatan dan otaknya. Anak yang dilimpahi kasih sayang dan mendapat rangsangan yang cukup juga akan tumbuh menjadi anak yang cerdas. “Berikan stimulasi yang merangsang semua indera, yakni penglihatan, pendengaran, perabaan, dan berkreasi anak. Anak laki-laki dan wanita akan sama cerdasnya,” kata dr Dwi Putro

 

Secara fisiologis memang terdapat perbedaan struktur otak anak laki-laki dan wanita. Selain lebih besar, otak anak laki-laki berkembang lebih cepat daripada otak anak wanita. Apakah itu berarti anak laki-laki lebih cerdas? Ternyata belum tentu.

Menurut penjelasan dr Dwi Putro Widodo, SpA, konsultan ahli saraf anak dari RSCM, Jakarta, perbedaan struktur otak anak laki-laki dan wanita tidak berkaitan dengan kecerdasan. “Ini bukan masalah fisik otak, tetapi lebih kepada lingkungan, dalam hal ini nutrisi dan stimulasi,” katanya.

Setiap jenis kelamin memiliki keunggulan masing-masing. Misalnya, anak laki-laki motoriknya berkembang lebih cepat sehingga lebih gesit dan cenderung menyukai hal-hal yang bersifat teknik. “Anak wanita biasanya perkembangan pusat komunikasi di otaknya lebih bagus,” katanya.

Kinerja otak dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah produksi hormon, seperti progesteron, estrogen, dan testosteron. Berbagai hormon ini memengaruhi kinerja otak dalam menghadapi berbagai situasi.

Dalam menentukan kecerdasan anak, menurut dr Dwi Putro, yang terpenting adalah faktor lingkungan. “Faktor lingkungan sangat berpengaruh pada hasil akhirnya,” katanya. Ia menambahkan, seorang anak profesor pun, bila tidak mendapat stimulasi yang optimal, akan tumbuh menjadi anak yang biasa-biasa saja.

Bagaimana cara memaksimalkan kecerdasan anak? Orangtua wajib menyediakan nutrisi yang mendukung kesehatan dan otaknya. Anak yang dilimpahi kasih sayang dan mendapat rangsangan yang cukup juga akan tumbuh menjadi anak yang cerdas. “Berikan stimulasi yang merangsang semua indera, yakni penglihatan, pendengaran, perabaan, dan berkreasi anak. Anak laki-laki dan wanita akan sama cerdasnya,” kata dr Dwi Putro

Secara fisiologis memang terdapat perbedaan struktur otak anak laki-laki dan wanita. Selain lebih besar, otak anak laki-laki berkembang lebih cepat daripada otak anak wanita. Apakah itu berarti anak laki-laki lebih cerdas? Ternyata belum tentu.

Menurut penjelasan dr Dwi Putro Widodo, SpA, konsultan ahli saraf anak dari RSCM, Jakarta, perbedaan struktur otak anak laki-laki dan wanita tidak berkaitan dengan kecerdasan. “Ini bukan masalah fisik otak, tetapi lebih kepada lingkungan, dalam hal ini nutrisi dan stimulasi,” katanya.

Setiap jenis kelamin memiliki keunggulan masing-masing. Misalnya, anak laki-laki motoriknya berkembang lebih cepat sehingga lebih gesit dan cenderung menyukai hal-hal yang bersifat teknik. “Anak wanita biasanya perkembangan pusat komunikasi di otaknya lebih bagus,” katanya.

Kinerja otak dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah produksi hormon, seperti progesteron, estrogen, dan testosteron. Berbagai hormon ini memengaruhi kinerja otak dalam menghadapi berbagai situasi.

Dalam menentukan kecerdasan anak, menurut dr Dwi Putro, yang terpenting adalah faktor lingkungan. “Faktor lingkungan sangat berpengaruh pada hasil akhirnya,” katanya. Ia menambahkan, seorang anak profesor pun, bila tidak mendapat stimulasi yang optimal, akan tumbuh menjadi anak yang biasa-biasa saja.

Bagaimana cara memaksimalkan kecerdasan anak? Orangtua wajib menyediakan nutrisi yang mendukung kesehatan dan otaknya. Anak yang dilimpahi kasih sayang dan mendapat rangsangan yang cukup juga akan tumbuh menjadi anak yang cerdas. “Berikan stimulasi yang merangsang semua indera, yakni penglihatan, pendengaran, perabaan, dan berkreasi anak. Anak laki-laki dan wanita akan sama cerdasnya,” kata dr Dwi Putro

 

 

KAPAN ANAK MULAI BER MAKE-UP ?

Tentunya kita sering enonton tayangan televisi tentang anak putri pra-remaja yang cantik bergantian memenuhi layar kaca. Misal, tayangan Hannah Montana atau High School Musical, yang dibintangi oleh remaja-remaja remaja yang tampil cantik dengan dandanan. Tak heran, anak-anak putri penonton setia akan terpengaruh dan ingin terlihat mirip idolanya yang mengenakan makeup itu.

Ada beberapa Penata rias kenamaan, seperti Bobbi Brown yang mengatakan bahwa saat ini tekanan para remaja untuk mengenakan riasan sangat tinggi. Menurutnya, dulu, yang ingin mengenakan riasan mata smoky eyes biasanya anak-anak usia 18 tahun ke atas. Saat ini, remaja usia 15-16 tahun sudah ingin berdandan seperti itu. Brown tidak menentang anak remaja untuk menggunakan riasan, namun, seharusnya setiap wanita sadar, bahwa dirinya cantik. Yang dibutuhkan adalah waktu untuk berlatih menemukan sisi cantik dalam diri dan menonjolkan aset kecantikan pada wajah, bukan menambal wajah dengan riasan.

Menurut Brown, usia 13 tahun adalah usia yang cukup untuk remaja mau mencoba menggunakan riasan, tetapi tipis-tipis saja. Sekitar usia SMP adalah waktu yang tepat, bukan usia kelas 5 SD, menurutnya.

Berikut beberapa arahan berdandan untuk anak remaja dari Bobbi Brown:
– Untuk riasan sehari-hari, jauhi foundation. Anak remaja belum butuh foundation yang menutup seluruh kulit wajahnya. Jika diperlukan, gunakan concealer di bagian bawah mata untuk menutupi kehitaman di sekitar mata.

– Jika mau kulit terlihat lebih mulus, gunakan moisturizer yang dilengkapi dengan pewarna (tinted moisturizer) yang mengandung SPF.

– Untuk menutupi noda kemerahan dan noda kecokelatan pada wajah, gunakan cover stick, cari yang warnanya senada dengan kulit wajah, cukup gunakan sedikit, lalu sapukan bedak bubuk pada wajah.

– Lipstik dan pipi bisa gunakan pewarna yang berbahan dasar krim. Anda bisa mencari produk semacam ini di L’Occitane. Jika terlalu tebal, cukup gunakan jari Anda untuk membuat warnanya menipis.

– Maskara, jika si remaja putri sudah siap dan untuk acara spesial saja. Eyeshadow shimmer bisa digunakan untuk acara-acara spesial.

– Lipgloss merah muda bisa menyempurnakan penampilan.

Sebaiknya, tata rias untuk remaja untuk meng-highlight kecantikannya, bukan menutupi. Bagi yang suka warna-warna terang, Bobbi menyarankan untuk bereksperimen dengan pewarna kuku saja, jangan pada makeup. Jangan lupa untuk mengajarkan anak Anda untuk selalu merawat kebersihan wajahnya agar kotoran dan makeup tidak menumpuk dan menyebabkan jerawat.

MENGAPA ANAK CENDERUNG DIET SEPERTI MAMANYA?

Bagi para wanita yang mempunyai anak cewek yang sedang memasuki masa pubertas atau remaja wajib memperhatikan kebiasaan – kebiasaan yang sering dilakukan, seperti kebiasaan diet. Apakah Anda termasuk wanita yang selalu mengamati berat badan, dan melakukan diet untuk mendapatkan berat ideal Anda? Kemungkinan besar, kelak putri Anda pun akan meniru apa yang Anda lakukan.

Berdasarkan survei yang melibatkan 2.500 remaja usia 13-19 tahun, remaja putri merasa dibebani tuntutan untuk selalu kurus. Kecenderungan mereka untuk berdiet (jika ibunya juga selalu diet) dua kali lipat dibanding remaja seusianya yang ibunya tidak berdiet. Terlihat juga bahwa 35 persen remaja putri yang ibunya berganti dari satu pola diet ke pola diet lainnya, cenderung akan mengurangi kalori sebagai caranya mengatur pola makan.

Pengaruh dari orangtua dan teman-teman yang selalu berkomentar tentang bentuk badan yang langsing mendorong 15 persen dari remaja putri untuk berdiet secara teratur. Jika para ibu membahas bentuk tubuh para selebriti, remaja putri ini cenderung akan mengkhawatirkan lingkar pinggang mereka.

Sebanyak 93 persen dari mereka khawatir dengan berat badannya, dan lebih dari tiga perempat remaja ini mengatakan bahwa teman-teman mereka juga berdiet. Lebih dari separuh dari mereka mengatakan bahwa keluarga mereka selalu berkomentar mengenai apa yang mereka makan, sementara seperempatnya menyatakan bahwa mereka memiliki seorang teman yang mengalami kelainan pola makan.

Melihat fenomena ini, para pakar kesehatan memeringatkan bahwa kekhawatiran yang berlebihan mengenai berat badan pada usia dini dapat meningkatkan risiko anoreksia. Penurunan berat badan yang ekstrem juga disebutkan bisa mengacaukan masa pubertas.

“Nilai-nilai anak lebih sering ditangkap daripada diajarkan; apa yang dilakukan dan dikatakan orangtuanya itulah yang penting. Perilaku sehat terhadap makanan dan bentuk tubuh seharusnya dimulai di rumah,” kata Katharine Hill, dari lembaga Care for the Family.

Tekanan untuk bisa diterima di lingkup pergaulan dan keinginan untuk membuat teman-teman prianya terkesan, menurut Tam Fry dari Child Growth Foundation, juga memaksa remaja putri untuk kelewat resah mengenai berat badan.

“Tidak pantas lah, jika anak-anak berdiet,” katanya. “Orangtua seharusnya tidak terlalu mempermasalahkan berat badan, tetapi lebih memastikan agar putri mereka makan dengan sehat. Anak-anak wanita itu bertambah berat karena konsekuensi biologis dari pubertas. Namun mereka seharusnya membiarkan hal itu terjadi alami, karena 99 persen dari mereka akan tetap langsing pada akhirnya.”

Sementara itu, Annabel Brog, editor majalah remaja Sugar, yang memberi kuasa untuk jajak pendapat ini, berpendapat bahwa ibu memang selalu menginginkan yang terbaik untuk putrinya. “Namun kita hidup di dunia yang terlalu memikirkan ukuran tubuh, dan anak wanita mau tak mau pasti akan mengikuti, dan beradaptasi dengan apa yang dikhawatirkan ibunya,” serunya.

Bulan lalu, terungkap kasus mengenai Corleigh Gilardoni, anak wanita usia 8 tahun yang diharuskan diet oleh ibunya pada usia 2 tahun, yang menyebabkannya nyaris kelaparan. Sang ibu yang bertubuh gemuk, Aly Gilardoni (36), mengatakan bahwa ia tidak ingin anak yang gemuk. “Saya terobsesi dengan penampilannya. Saya ingin ia cantik dan populer, dan itu tak akan terjadi bila tubuhnya besar,” katanya.

Namun para dokter mengatakan bahwa Corleigh menghadapi risiko penghambatan pertumbuhan, penundaan masa puber, dan kekurangan vitamin.

 

 

MENGAPA ANAK LELAKI TIDAK MENYUKAI BONEKA ?

Kesukaan anak lelaki tentunya berbeda dengan anak cewek, hal itu tidak terkait dengan bakat maupun bawaan dari masing-masing jenis kelamin tentunya. Meskipun tidak ada bakat maupun bawaan mengenai hal tersebut, namun secara alamiah anak cewek memang tertarik dengan boneka karena memang anak cewek terprogram untuk begitu, bukan karena ada stereotip tertentu.

Sebagian para peneliti menemukan kecenderungan alamiah tersebut melalui penelitian terhadap anak-anak simpanse. Ternyata, anak-anak simpanse di hutan liar bermain mirip manusia. Anak-anak simpanse yang berlainan jenis kelamin itu sama-sama diberikan tongkat sebagai mainannya. Anak simpanse wanita akan memperlakukan tongkat seperti boneka, meniru ibunya yang menggendong anak bayi simpanse.

Hasil penelitian tersebut menerangkan anak wanita suka bermain dengan boneka sementara anak lelaki tidak, bukan karena stereotip sosial, tetapi lebih kepada kecenderungan biologis. Richard Wrangham, dari Harvard University mengatakan, “Ini merupakan bukti awal dari spesies binatang liar yang mengungkapkan perbedaan obyek mainan dari pria dan wanita.” Penelitian sebelumnya menunjukkan akan adanya pengaruh biologis dalam pemilihan mainan atas monyet yang dikurung, bukan monyet liar yang hidup di alam liar.

Ketika para simpanse muda ini diberikan mainan manusia, simpanse wanita cenderung memilih mainan seperti boneka, sementara yang lelaki memilih mainan lain, seperti mobil-mobilan. Penelitian ini merupakan hasil observasi terhadap simpanse di Kibale National Park, Uganda.

Hasil riset yang diterbitkan dalam Current Biology ini menemukan 4 cara para simpanse bermain dengan tongkat tersebut, yakni; sebagai alat untuk mencungkil dan melihat lubang apakah mengandung madu atau air, sebagai mainan atau senjata dalam menghadapi lawan saat bertarung atau saat bermain, dan untuk dibawa-bawa.

Menurut Wrangham, “Kami pikir, jika tongkat itu diperlakukan seperti boneka, simpanse betina akan membawa tongkat itu lebih sering ketimbang yang jantang, dan akan berhenti membawanya ketika mereka sudah memiliki bayi sendiri. Kini kami tahu, kedua poin tersebut benar adanya.”

Anak-anak simpanse perempuan kadang membawa stik mereka ke dalam sarang tempat mereka beristirahat dan kadang bermain dengan stik tersebut dalam bentuk bermain dengan rasa seperti keibuan. Namun, para peneliti masih belum yakin, apakah kebiasaan membawa-bawa stik tersebut adalah bagian dari permainan yang berlaku bagi semua simpanse, atau hanya sebagai “tradisi sosial yang baru saja terjadi” dalam grup studi tersebut.

Jika ini hanyalah sebuah tindakan unik dari simpanse yang diteliti ini saja, maka ini bisa berarti, perbedaan kecenderungan permainan ini hanya berupa tradisi lokal saja, seperti lagu-lagu untuk anak-anak dan mainan manusia yang berbeda dari satu daerah ke daerah lain. Jika memang begitu, ini berarti sifat simpanse terhadap tradisi memang sangat mirip manusia.

 

KEUNTUNGAN MEMPUNYAI ANAK LELAKI

Kapan kita punya anak cowok mah? Begitu kira-kira pertanyaan seputar pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak lelaki. Dan bila diberi pilihan, ingin mempunyai anak laki-laki atau cewek, pastilah lebih banyak yang menjawab ingin punya anak laki-laki. Dari sisi pria, mempunyai anak laki-laki akan membuat ia merasa sudah menjadi pria yang utuh, macho, terjamin kelaki-lakiannya. Sekali lagi, pria hanya akan “merasa”, jadi pendapat ini tak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Akan tetapi kaum wanita mempunyai alas an lain dalam memilih anak laki-laki atau perempuan. Kebanyakan wanita berharap bisa melahirkan anak cewek, karena ingin bisa mendandaninya habis-habisan. Kemudian, ketika ia beranjak tua, ada anak wanita yang mau mengurusinya. Sedangkan keinginan untuk mendapatkan bayi laki-laki umumnya didasari keinginan agar tidak mendapatkan risiko seperti pengeluaran berlebih untuk pernak-pernik, hingga risiko hamil di luar nikah.

Dorongan untuk mendapatkan anak cewek kemungkinan juga berawal dari hubungan Anda dengan ibu Anda. Boleh jadi Anda memiliki koneksi yang hebat dengan ibu, dan menginginkan pengalaman bonding yang sama dengan putri Anda sendiri. Tetapi bisa juga sebaliknya, Anda tidak memiliki hubungan yang baik dengan ibu Anda, sehingga mendambakan kesempatan untuk memperbaikinya dengan anak wanita Anda sendiri.

Indahnya hubungan ibu dan anak laki-laki

Menurut psikoterapis Dr Nancy B. Irwin, pengasuhan yang sehat melibatkan keinginan untuk membesarkan seorang anak, apapun jenis kelaminnya. “Hanya karena Anda belum pernah menjadi laki-laki, tidak berarti Anda tidak bisa membesarkan anak laki-laki yang hebat,” katanya.

Yang perlu dilakukan orangtua saat memiliki anak adalah mengasuhnya agar menjadi orang yang paling menyenangkan. Kelak, ia akan mengisi kekosongan lain sesuai dengan kepribadian, lingkungan, dan pembelajaran sosialnya. Wanita juga tak perlu mengkhawatirkan hubungan khusus antara ibu dan anak lelakinya, seperti mitos Oedipus, demikian menurut Debbie Mandel, MA, penulis buku Turn On Your Inner Light: Fitness for Body, Mind and Soul.

“Justru ini merupakan peluang untuk membentuk anak menjadi pria yang sensitif, baik, dan komunikatif,” saran Mandel.

Namun, memang, ada hal-hal yang mungkin belum Anda sadari ketika memiliki anak laki-laki. Beberapa di antaranya adalah:

 

1. Bayi laki-laki lebih mudah perawatannya

Saat berganti popok. “Kebanyakan ibu yang baru pertama kali mempunyai anak laki-laki khawatir mereka akan melukai bayinya, ketika mereka berusaha mencuci potongan-potongan kain yang menempel di penis bayinya,” kata Adie Goldberg, pekerja sosial klinis dan penulis buku It’s a Baby Boy!. Cara membersihkan mudah saja. Angkat saja kulupnya, lalu bersihkan kepala penisnya.

2. Anak laki-laki memiliki kepercayaan diri lebih tinggi.

Anak laki-laki akan tumbuh menjadi anak yang sehat, karena ia akan memainkan permainan yang membutuhkan kemampuan motorik kasarnya, seperti berlari, bermain bola, berebut ayunan, bahkan berkelahi. Kalaupun si buyung lebih menonjol kemampuan motorik halusnya, seperti melukis, menari, atau membuat puisi, ia tetaplah anak yang pede dengan tubuhnya.

“Meskipun kebanyakan pencapaian utama, seperti berjalan, cenderung diperoleh pada waktu yang sama (antara anak wanita dan laki-laki), kemampuan motorik kasar anak laki-laki akan berkembang pesat selama masa preschool. Mereka juga akan mulai mengalahkan anak wanita dalam hal kemampuan fisik,” tambah Kimberly Parker, perawat dan manajer program klinis di Child Health Promotion-Early Childhood Wellness, Children’s Healthcare of Atlanta.

3. Mereka lebih terdorong untuk mengeksplorasi dunianya.

Rumah yang berisik akan terasa lebih hidup, dan menjadi tanda hubungan antarkeluarga yang sehat. Anak laki-laki yang ekspresif akan selalu berbicara, berteriak, atau tertawa, dengan suara yang keras. Ada masa ketika Anda merasa rumah seperti kapal pecah, tetapi tenanglah. Hal ini karena si buyung sedang mengeksplorasi benda-benda di sekelilingnya.

“Sejak awal, kebanyakan anak laki-laki lebih banyak bergerak daripada anak wanita,” kata Goldberg. “Dan mereka butuh lebih banyak ruang untuk melakukannya. Hal ini tidak akan berubah meskipun usianya sudah bertambah, dan dia akan merasa sangat nyaman mengeksplorasi dunianya, sehingga mengganggu zona kenyamanan Anda.”

4. Mereka memiliki emosi yang lebih kuat.

Bila menyangkut perilaku, anak laki-laki di usia batita akan menunjukkan berbagai kejutan. “Umumnya, anak wanita diyakini lebih emosional daripada anak laki-laki. Namun anak laki-laki yang masih sangat kecil cenderung memiliki emosi yang lebih kuat,” ujar Parker. “Mereka lebih mudah gelisah, dan sulit untuk memulihkan diri.”

Meskipun begitu, ketika usianya bertambah anak laki-laki akan lebih sulit mengekspresikan perasaannya. Oleh karena itu orangtua seringkali lebih sulit meredakan emosinya, atau mencari tahu apa yang mengganggu anak laki-lakinya. “Anak laki-laki tidak hanya lebih lambat berbicara daripada anak wanita, perbendaharaan kata mereka juga lebih terbatas,” tambah Parker.

5. Anak laki-laki akan melindungi.

Meskipun mereka sulit mengekspresikan perasaannya melalui kata-kata, mereka lebih pintar mengungkapkan rasa sayangnya pada orangtua maupun saudara-saudaranya kelak. Cintanya pada Anda akan begitu besar, terutama karena ia tidak bersaing dengan sosok ibu seperti halnya anak wanita. Anda tidak akan mengkritik anak laki-laki karena gaya berpakaiannya yang terlalu seksi, dan karenanya ia tetap memandang ibu sebagai sosok yang sempurna. Ia juga akan melakukan apa saja untuk melindungi Anda.

Parker mengingatkan para orangtua mengenai beberapa kenyataan yang berkaitan dengan perbedaan anak laki-laki dan wanita. Masing-masing bisa memiliki pribadi yang unik dibanding rekan yang sama jenis kelaminnya, apalagi jika dibandingkan dengan anak yang berbeda jenis kelamin.

Meskipun demikian, menurut Parker, kita juga perlu memahami bahwa anak laki-laki dan wanita “diprogram” secara berbeda sejak lahir, dan perbedaan biologis ini akan diperbesar oleh perubahan sosial dan lingkungannya. Menghargai pribadi setiap anak dan menyediakan kesempatan untuk perkembangan fisik dan emosional yang memenuhi kebutuhannya, adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk memastikan perkembangan yang sehat dan bahagia.