MENGAPA ANAK CENDERUNG DIET SEPERTI MAMANYA?

Bagi para wanita yang mempunyai anak cewek yang sedang memasuki masa pubertas atau remaja wajib memperhatikan kebiasaan – kebiasaan yang sering dilakukan, seperti kebiasaan diet. Apakah Anda termasuk wanita yang selalu mengamati berat badan, dan melakukan diet untuk mendapatkan berat ideal Anda? Kemungkinan besar, kelak putri Anda pun akan meniru apa yang Anda lakukan.

Berdasarkan survei yang melibatkan 2.500 remaja usia 13-19 tahun, remaja putri merasa dibebani tuntutan untuk selalu kurus. Kecenderungan mereka untuk berdiet (jika ibunya juga selalu diet) dua kali lipat dibanding remaja seusianya yang ibunya tidak berdiet. Terlihat juga bahwa 35 persen remaja putri yang ibunya berganti dari satu pola diet ke pola diet lainnya, cenderung akan mengurangi kalori sebagai caranya mengatur pola makan.

Pengaruh dari orangtua dan teman-teman yang selalu berkomentar tentang bentuk badan yang langsing mendorong 15 persen dari remaja putri untuk berdiet secara teratur. Jika para ibu membahas bentuk tubuh para selebriti, remaja putri ini cenderung akan mengkhawatirkan lingkar pinggang mereka.

Sebanyak 93 persen dari mereka khawatir dengan berat badannya, dan lebih dari tiga perempat remaja ini mengatakan bahwa teman-teman mereka juga berdiet. Lebih dari separuh dari mereka mengatakan bahwa keluarga mereka selalu berkomentar mengenai apa yang mereka makan, sementara seperempatnya menyatakan bahwa mereka memiliki seorang teman yang mengalami kelainan pola makan.

Melihat fenomena ini, para pakar kesehatan memeringatkan bahwa kekhawatiran yang berlebihan mengenai berat badan pada usia dini dapat meningkatkan risiko anoreksia. Penurunan berat badan yang ekstrem juga disebutkan bisa mengacaukan masa pubertas.

“Nilai-nilai anak lebih sering ditangkap daripada diajarkan; apa yang dilakukan dan dikatakan orangtuanya itulah yang penting. Perilaku sehat terhadap makanan dan bentuk tubuh seharusnya dimulai di rumah,” kata Katharine Hill, dari lembaga Care for the Family.

Tekanan untuk bisa diterima di lingkup pergaulan dan keinginan untuk membuat teman-teman prianya terkesan, menurut Tam Fry dari Child Growth Foundation, juga memaksa remaja putri untuk kelewat resah mengenai berat badan.

“Tidak pantas lah, jika anak-anak berdiet,” katanya. “Orangtua seharusnya tidak terlalu mempermasalahkan berat badan, tetapi lebih memastikan agar putri mereka makan dengan sehat. Anak-anak wanita itu bertambah berat karena konsekuensi biologis dari pubertas. Namun mereka seharusnya membiarkan hal itu terjadi alami, karena 99 persen dari mereka akan tetap langsing pada akhirnya.”

Sementara itu, Annabel Brog, editor majalah remaja Sugar, yang memberi kuasa untuk jajak pendapat ini, berpendapat bahwa ibu memang selalu menginginkan yang terbaik untuk putrinya. “Namun kita hidup di dunia yang terlalu memikirkan ukuran tubuh, dan anak wanita mau tak mau pasti akan mengikuti, dan beradaptasi dengan apa yang dikhawatirkan ibunya,” serunya.

Bulan lalu, terungkap kasus mengenai Corleigh Gilardoni, anak wanita usia 8 tahun yang diharuskan diet oleh ibunya pada usia 2 tahun, yang menyebabkannya nyaris kelaparan. Sang ibu yang bertubuh gemuk, Aly Gilardoni (36), mengatakan bahwa ia tidak ingin anak yang gemuk. “Saya terobsesi dengan penampilannya. Saya ingin ia cantik dan populer, dan itu tak akan terjadi bila tubuhnya besar,” katanya.

Namun para dokter mengatakan bahwa Corleigh menghadapi risiko penghambatan pertumbuhan, penundaan masa puber, dan kekurangan vitamin.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s